Posted: Rabu, 07 April 2010 by andry in
0

Makna syahadat.
1. Makhdotul ila Al-Islam ( Pintu masuk kedalam Islam)
Sahnya iman seseorang adalah dengan menyebutkan kalimat syahadatain.Kesempurnaan iman seseorang tergantung pada pemahaman dan pengamalan syahadatain.Syahadat akan membedakan antara muslim dan non muslim.Pada dasarnya manusia telah bersyahadat rububiyah di alam arwah, tetapi ini saja belum cukup, untuk menjadi muslim mereka harus bersyahadah Uluhiyah dan syahadah Risalah didunia.
Rasulullah Saw. bersabda kepada Muadz bin Jabal saat mengutusnya ke penduduk Yaman, “Kamu pasti datang kepada kaum ahli kitab.Jika kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka agar bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka limasolat setiap siang dan malam.Jika mereka mentaatimu dalam hal itu beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan sedekah ( Zakat ) yang diambil dari orang – orang kaya diantara mereka dan kembalikan kepada orang – orang miskin.Jika mereka mentaatimu dalam hal itu hati-hatilah kamu terhadap kemuliaan harta mereka dan waspadalah terhadap doanya orang yang dizhalimi, sebab antaranya dan Allah tidak ada dinding pembatas
(HR.Bukhari,Muslim)
Pernyataan Rosulullah saw tentang misi Laa Ilaha illallah dan kewajiban manusia untuk menerimanaya.
Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw bersabda :
Aku diperinahkan untuk memrangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah utusan ALLAH, mendirikan salat, menunaikan zakat.Jika mereka telah melakukan hal itu , terpeliharalah darah dan harta mereka kecuali dengan haknya sedangkan hisab mereka kepada ALLAH. ( HR.Bukhari,Muslim)
Pentingya mengerti, memahami, dan melaksanakan Syahadatain.
Sebagai manusia yang mengaku beragama islam, tentunya kita semua sudah pernha mengucapkan kata Syahadatain, dan bahkan kita sering mengucapkan kata tersebut setiap saat.Tapi apakan kita semua sudah paham tentang makna dan arti sesungguhnya dari Syahadat.??Bahkan manusia berdosa apabila melupakan tentang pemahaman, dan pelaksaan dari Syahadat.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
”Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”
(QS.Muhammad: 19)
Kalimat وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ menunjukan bahwa ketidak konsistenan sikap seseorang dengan pernyataannya.Tauhid Laa ilaha illallah adalah perbuatan dosa, karna dimana pernyataan tersebut pada hakikatnya adalah pernyataan ikrar kecintaan, ketaatan dan rasa takut hanya kepada Allah semata, maka seseorang muslim yang tidak menunaikan solat, tidak menutup aurat, terlibat dalam pergaulan bebas dengna lawan jenis, hal itu merupakan salah satu sikap tidak konsisten dengan pernyataan Laa ilaha illallah,karena dengan sikap cinta, rasa takut, taat, dan lain sebagainya yang tidak ditujukan kepada Allah swt. melainkan takut kepada nafsunya sendiri.

Manusia menjadi kafir karena menyombongkan diri terhadap Laa ilaha illallah dan tidak mau mengesakan ALLAH,

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri (QS.As-shaffat:35)

Yang dimaksud menyombongkan diri disini tidaklah hanya tidak mau mengucapkan, ataupun tidak mau mendengarkan, tetapi lebih dalam lagi yaitu orang yang hanya merasa takut, hanya merasa membutuhkan pertolongan Allah sehingga mereka takut dan taat. Mereka dikatakan menyombongkan diri karena mereka tidak mau seratus persen berkehidupan sesuai perintah Allah, contohnya mereka solat tapi mereka juga main judi, mereka berpuasa tapi mereka juga main wanita dll.
Yang dapat bersyahadat dengan dengan sebenarnya hanya Allah swt., para malaikat, dan orang – orang yang berilmu yaitu para Nabi dan orang – orang yang mengikuti mereka.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.Ali – Imran: 18)

Pada awalnya semua manusia pernah melakukan syahadat, hal ini terbukti dengan Firman Allah swt ,

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)
(QS.Al – A’raf:172)
Jadi pada dasarnya seluruh manusia adalah mengakui bahwa Allah swt. adalah Tuham mereka, Rabb alam semesta. Namun dalam prakteknya sehari – hari tidaklah cukup dengan kita mengucapkan saja tapi harus dibarengi oleh amal kita atau kelakuan kita sesuai dengan ajaran islam.














Baca Lagi..